{"id":4223,"date":"2020-07-07T07:35:15","date_gmt":"2020-07-07T07:35:15","guid":{"rendered":"https:\/\/aprobi.or.id\/?p=4223"},"modified":"2021-05-27T03:58:08","modified_gmt":"2021-05-26T20:58:08","slug":"jokowi-minta-program-biodiesel-dilanjutkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dev.aprobi.or.id\/id\/jokowi-minta-program-biodiesel-dilanjutkan\/","title":{"rendered":"Jokowi Minta Program biodiesel Dilanjutkan"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Investor Daily Indonesia | Selasa, 7\nJuli 2020<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Jokowi Minta Program biodiesel Dilanjutkan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajarannya untuk konsisten\nmelanjutkan program mandatori biodiesel, baik B30, B50, maupun B100, sebagai\nsalah satu upaya menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK). Berdasarkan Konvensi\nPerubahan Iklim yang telah diratifikasi, Indonesia memiliki target untuk\nmenurunkan emisi GRK sebesar 29% pada 2030 dan atau 41 % dengan dukungan kerja\nsama teknik dari luar negeri. Melalui penurunan GRK itu, Indonesia berharap\nmembantu mengendalikan perubahan iklim global. Demikian disampaikan Presiden\nJokowi saat memimpin rapat terbatas tentang Kelanjutan Kerja Sama Penurunan\nEmisi GRK Indonesia dan Norwegia serta Kebijakan Instrumen Nilai Ekonomi Karbon\n(Carbon Pricing) di Jakarta, Senin (6\/7). Dalam rapat tersebut, Kepala Negara\nmenyatakan bahwa penurunan emisi GRK, termasuk kerja sama Indonesia-Norwegia\nyang harus terus berlanjut, merupakan salah satu agenda strategis nasional\npemerintah saat ini selain persoalan pengendalian Covid-19. Jokowi menuturkan,\nuntuk menurunkan emisi GRK, langkah pertama yang harus dilakukan adalah\nIndonesia harus terus konsisten menjalankan dan melanjutkan program pemulihan\nlingkungan, perlindungan gambut, dan percepatan rehabilitasi hutan dan lahan,\nterkait itu maka kebakaran hutan dan lahan (karhutla) harus diwaspadai\nmengingat saat ini telah masuk musim panas (kemarau). &#8220;Perlindungan\nbiodiversity yang sudah melekat sebagai upaya pengendalian hutan dan pemulihan\nhabitat juga harus dipastikan betul-betul berjalan di lapangan, pun\npengembangan biodiesel B30, B50, dan akan ke B100 agar terus dilanjutkan, juga\npengembangan energi surya, energi angin, saya kira kita juga sudah memulai\nini,&#8221; kata Jokowi.<\/p>\n\n\n\n<p>Langkah kedua dalam penurunan GRK adalah segera menyelesaikan\nseluruh tahapan dalam menurunkan emisi GRK, yakni regulasi dan instrumen\npendanaan termasuk insentif bagi pemangku kepentingan. Pemerintah harus bisa\nmemas- tikan bahwa pengaturan karbon betul-betul berdampak signifikan bagi\npencapaian target penurunan GRK sebesar 26% pada 2020 dan 29% pada 2030.\n&#8220;Kita memiliki kesempatan banyak, baik itu di lahan hutan gambut, hutan\nmangrove, dan juga hutan lainnya,&#8221; jelas Jokowi. Jokowi menjelaskan,\nberdasarkan Konvensi Perubahan Iklim yang telah diratifikasi, Indonesia\nmemiliki target penurunan emisi GRK 29% pada 2030 dan 41% dengan dukungan kerja\nsama teknik dari luar negeri. Merujuk hal tersebut maka Indonesia memiliki\nkewajiban untuk menurunkan emisi GRK dari sektor kehutanan 17,20%, sektor\nenergi 11%, sektor limbah 0,32%, sektor pertanian 0,13%, serta sektor industri\ndan transportasi 0,11%. &#8220;Untuk itu, kerja sama penurunan emisi GRK\nIndonesia dan Norwegia juga harus berlanjut, proses kerja sama ini juga sudah\ncukup panjang, sejak 2010 dan Indonesia terus berkomitmen menurunkan GRK\nsebanyak 26% pada 2020 dan meningkat 29% pada 2030,&#8221; papar Jokowi.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Berlanjut Hingga 2030<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Dalam kesempatan itu, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK)\nSiti Nurbaya menyampaikan, sesuai arahan Presiden Jokowi maka kerja sama\nIndonesia-Norwegia dalam penurunan GRK dilanjutkan sampai 2030. Pembayaran dari\nhasil kerja pemenuhan komitmen untuk penurunan emisi GRK antara Indonesia\ndengan Norwegia dan juga rencana pengaturan carbon pricing akan disusun dalam\nbentuk peraturan presiden (perpres). &#8220;Ada tiga hal letter ofintent (LoI),\nkerja sama antara Indonesia dan Norwegia itu sudah dilakukan sejak 26 Mei 2010,\nseperti arahan Bapak Presiden maka kita akan melanjutkan,&#8221; ujar dia.\nTerkait kelanjutan kerja sama hingga 2030, Siti mengatakan, ada beberapa hal\nyang disesuaikan seperti keberadaan punish agreement. &#8220;Di LoI tahun 2010\ndikatakan bahwa komitmen Indonesia itu 26% pada 2020 dan di UU No 16Tahun 2016\ntentang ratifikasi perubahan iklim itu sudah kita sesuaikan,&#8221; kata dia.\nJadi, besaran penurunan emisi GRK pada 2030 adalah 29% dan atau 41% penurunan\nemisi GRK pada 2030 dengan dukungan kerja sama teknik luar negeri. LoI itu\nbahkan telah menjadi contoh bagi negara-negara lain di dunia dalam rangka\nreduksi emisi dari deforestasi dan degradasi hutan (REDD+). Prestasi Indonesia\ndalam kerangka REDD+ itu sangat banyak, di antaranya dalam penanganan gambut\ndan inpres moratorium perizinan yang mulai dipermanenkan pada 2019 yang artinya\nsejak 2019 sudah tidak tidak boleh lagi ada izin baru di hutan primer dan di\nlahan gambut. <\/p>\n\n\n\n<p>Pemerintah RI juga bekerja keras untuk penanganan karhutla,\npenurunan deforestasi, serta penegakan hukum. &#8220;Ada energi angin yang di\nSulawesi, kemudian electro-mobility juga kita sudah mulai, kemudian juga\nbiodiesel B30 yang akan menjadi B50. Bapak Presiden malah sudah mengarahkan\nakan ke B80 atau kalau mungkin ke B100,&#8221; ujarnya. Atas prestasi itu,\nIndonesia sendiri mendapatkan insentif dari Norwegia, telah disepakati bahwa 11\njuta ton emisi yang berhasil diturunkan itu senilai US$ 56 juta atau Rp 800\nmiliar akan diperoleh Indonesia. Dengan insentif itu, berarti Indonesia terus\nkonsisten terhadap komitmennya dalam penurunan emisi GRK dunia. Sedangkan\nterkait pengaturan perdagangan karbon, Menteri LHK menyampaikan, regulasinya\nsudah disiapkan dan sekarang sudah dibahas di tingkat Setkab, Setneg, dan\nsegera ke Kemenkumham untuk diselaraskan antarke-menterian. Melalui regulasi\nitu, Indonesia menjamin pencapaian kontribusi penurunan emisi GRK atau National\nDetermined Contribution (NDC).<\/p>\n\n\n\n<p><strong>CNNIndonesia.com | Senin, 6\nJuli 2020<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Jokowi Targetkan Emisi Gas Rumah Kaca Turun 26 Persen<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan Indonesia berkomitmen\nuntuk menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 26 persen pada 2020. Hal\ntersebut merupakan kesepakatan antara Indonesia dengan Norwegia sejak 2010\nlalu. Jokowi menyatakan Indonesia akan terus menurunkan emisi gas rumah kaca\nhingga 10 tahun mendatang. Targetnya, emisi gas rumah kaca bisa turun hingga 29\npersen pada 2030. &#8220;Laporan yang saya terima pembicaraan antara Indonesia\ndan Norwegia untuk menurunkan gas rumah kaca prosesnya sudah cukup panjang,\nsudah sejak 2010 dan Indonesia terus berkomitmen untuk menurunkan gas rumah\nkaca,&#8221; ungkap Jokowi dalam video conference, Senin (6\/7). Ia bilang\ntahapan penurunan emisi gas rumah kaca perlu segera diselesaikan. Pemerintah\njuga akan segera menentukan skema pendanaan untuk merealisasikan penurunan\nemisi gas rumah kaca. &#8220;Emisi harus segera diselesaikan, urusan instrumen\npendanaan termasuk inisiatif untuk pemangku kepentingan juga harus\ndilihat,&#8221; terang Jokowi. Selain itu, Jokowi bilang Indonesia juga harus\nmenurunkan emisi karbon di sejumlah sektor. Rinciannya, emisi karbon di sektor\nkehutanan ditargetkan turun 17,2 persen, sektor energi 11 persen, sektor limbah\n0,32 persen, sektor pertanian 0,13 persen, serta sektor industri dan\ntransportasi 0,11 persen. &#8220;Di sini harus terus konsisten menjalankan\nprogram lingkungan untuk menurunkan emisi gas rumah kaca, kemudian juga\nperlindungan gambut dan percepatan rehabilitasi hutan dan lahan harus terus\ndilanjutkan,&#8221; jelas Jokowi. Kemudian, Jokowi mengingatkan jajarannya untuk\ntetap mengimplementasikan target program mandatori biodiesel 50 persen atau B50\ndan 100 persen atau B100. Lalu, pemerintah juga akan mengembangkan energi surya\ndan energi angin. &#8220;Indonesia sudah memulai ini, jadi agar ini terus\ndilanjutkan,&#8221; kata Jokowi.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\nhttps:\/\/www.cnnindonesia.com\/ekonomi\/20200706134501-85-521382\/jokowi-targetkan-emisi-gas-rumah-kaca-turun-26-persen\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<p><strong><a href=\"http:\/\/Kontan.co.id\">Kontan.co.id<\/a>\n| Senin, 6 Juli 2020<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Jokowi minta target pencegahan perubahan iklim dijalankan dengan\nserius<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Presiden Joko Widodo meminta kelanjutan program strategis nasional\ndi tengah pandemi virus corona (Covid19). Salah satunya adalah penanganan\npencegahan perubahan iklim.&nbsp; Indonesia sendiri memiliki kerja sama\npenurunan gas rumah kaca dengan Norwegia sebesar 26% pada tahun 2020 dan naik\nsebesar 29% pada tahun 2030. Selain itu Indonesia juga memiliki komitmen\npenurunan emisi karbon sebesar 29% pada 2030. Serta penurunan 41% dengan kerja\nsama teknik dari luar negeri. Penurunan emisi karbon juga dilakukan dalam\nsejumlah sektor. Antara lain sektor kehutanan 17,2%,&nbsp; sektor energi 11%,\nsektor limbah 0,32%, sektor pertanian 0,13%, serta sektor industri dan\ntransportasi 0,11%. &#8220;Kita harus terus konsisten menjalankan program\npemulihan lingkungan untuk menurunkan emisi gas rumah kaca,&#8221; ujar Jokowi\nsaat membuka rapat terbatas di Istana Merdeka, Senin (6\/7). Beberapa hal\nditekankan Jokowi seperti perlindungan gambut dan rehabilitasi hutan. Terutama\nmencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di musim kemarau seperti saat\nini. Selain itu program pengembangan energi yang ramah lingkungan juga perlu\ndidorong untuk mengurangi emisi karbon. Antara lain pengembangan Biodiesel 30%\n(B30) hingga mencapai B100. &#8220;Pengembangan energi surya, dan energi angin,\nsaya kira kita sudah memulai ini dan agar terus dilanjutkan,&#8221; terang\nJokowi. Baca Juga: Intip kekayaan Susi Pudjiastuti: Aset terbesarnya properti\ntanah dan bangunan Rp 70 M Kebijakan dalam mencapai hal tersebut juga perlu\ndidorong penyelesaiannya. Termasuk dalam tahap pendanaan serta insentif dalam\nmenjalankan program tersebut. &#8220;Kita harus memastikan bahwa pengaturan\nkarbon memiliki dampak yang signifikan bagi pencapaian target gas rumah\nkaca,&#8221; jelas Jokowi.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\nhttps:\/\/nasional.kontan.co.id\/news\/jokowi-minta-target-pencegahan-perubahan-iklim-dijalankan-dengan-serius\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Berita Satu TV (Youtube) |\nSenin, 6 Juli 2020<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Jokowi: Lanjutkan Pengembangan Biodiesel B30 dan B50<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Dalam rapat terbatas\npenanganan Covid-19, Presiden Jokowi mengatakan untuk melanjutkan pengembangan\nbahan bakar nabati dan diesel atau B30, B50, dan akan B100.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed-youtube wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"Jokowi: Lanjutkan Pengembangan Biodiesel B30 dan B50\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/TikU3yjYYVQ?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<p><strong><a href=\"http:\/\/Katadata.co.id\">Katadata.co.id<\/a> | Senin, 6 Juli 2020<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Begini Efek yang Terjadi Jikalau Mesin Diesel Modern Diisi Solar\nBusuk<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Sejumlah mobil diesel bermesin modern telah dilengkapi teknologi\ncommon rail hingga turbo. Berbeda dengan mesin diesel lawas, mobil diesel\nkeluaran baru dianjurkan untuk diisi dengan BBM yang berkualitas bukan solar\nbusuk (grade rendah). Nurkholis, National Technical Leader PT Toyota Astra\nMotor, mengatakan, mesin diesel yang menganut teknologi common rail hingga\nturbo memiliki tekanan ruang bakar yang sangat tinggi. Tanpa bahan bakar\nberkualitas, pembakaran mesin tidak akan sempurna. Bahkan mobil bisa\nmengeluarkan asap berlebih dan terjadi penurunan performa. \u201cItu memerlukan\nkualitas bahan bakar yang bagus, untuk menghindari dari friksi dan\nkerusakan-kerusakan yang terjadi, misalnya pada pompa dan injektor,\u201d ujar\nNurkholis, dalam diskusi virtual beberapa waktu lalu. Solar yang bagus ditandai\ndengan beberapa indikator. Misalnya untuk BBM jenis Pertamina Dex, memiliki\nangka cetane number 53, dengan kandungan sulfur minimal 1.200 ppm. Sementara\nSolar atau Bio Solar memiliki angka cetane number 48, dengan kandungan sulfur\nsekitar 3.500 ppm.<\/p>\n\n\n\n<p>Tri Yuswidjadjanto Zaenuri, ahli konversi energi dari Fakultas\nTeknik dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung, mengatakan, solar dengan\nangka cetane number lebih rendah dapat menyebabkan detonasi pada mesin diesel.\nKondisi ini diakibatkan pembakaran yang tidak terkontrol hingga menyebabkan\ntenaga mesin menurun, boros BBM, serta menghasilkan emisi gas buang yang\ntinggi. \u201cIni yang akan menyebabkan korosi, yang nanti akan menurunkan tekanan\nkompresi, kemudian mengubah spray pattern, akhirnya pembakaran menjadi lebih\nburuk,\u201d ucap Yus, dalam kesempatan yang sama. Yus juga menambahkan, kerusakan\nyang terjadi pada mesin diesel modern tak hanya diakibatkan karena angka cetane\nnumber yang terlampau rendah. Tapi juga karena Solar yang dipakai tidak\nmemiliki kandungan aditif deterjen yang bisa membersihkan ruang bakar.\nMenurutnya, Solar berkualitas rendah akan menyebabkan deposit atau kerak pada\nmesin diesel semakin banyak. \u201cKerak ini terbentuk saat mobil selesai dikendarai\ndan mesin sudah dimatikan. Kondisi ini membuat bahan bakar yang terjebak di\ninjektor mengalami oksidasin dan membentuk kerak akibat panas serta tidak ada\naliran,\u201d kata Yus. \u201cDeterjen pada Solar berkualitas berfungsi untuk membentuk\nlapisan licin, sehingga saat mesin dinyalakan kembali, kerak tersebut akan\nterdorong keluar dari ruang pembakaran,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\nhttps:\/\/otomotif.kompas.com\/read\/2020\/07\/06\/110200315\/begini-efek-yang-terjadi-jikalau-mesin-diesel-modern-diisi-solar-busuk\n<\/div><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Investor Daily Indonesia | Selasa, 7 Juli 2020 Jokowi Minta Program biodiesel Dilanjutkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajarannya untuk konsisten melanjutkan program mandatori biodiesel, baik B30, B50, maupun B100, sebagai salah satu upaya menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK). Berdasarkan Konvensi Perubahan Iklim yang telah diratifikasi, Indonesia memiliki target untuk menurunkan emisi GRK sebesar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[17],"tags":[],"class_list":["post-4223","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dev.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4223","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dev.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dev.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4223"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dev.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4223\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4947,"href":"https:\/\/dev.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4223\/revisions\/4947"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dev.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4223"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4223"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4223"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}