{"id":4227,"date":"2020-07-09T07:08:59","date_gmt":"2020-07-09T07:08:59","guid":{"rendered":"https:\/\/aprobi.or.id\/?p=4227"},"modified":"2021-05-27T03:58:08","modified_gmt":"2021-05-26T20:58:08","slug":"biodiesel-disebut-mampu-mengurangi-ketergantungan-impor-bahan-bakar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dev.aprobi.or.id\/id\/biodiesel-disebut-mampu-mengurangi-ketergantungan-impor-bahan-bakar\/","title":{"rendered":"Biodiesel Disebut Mampu Mengurangi Ketergantungan Impor Bahan Bakar"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Riau24.com | Rabu, 8 Juli 2020<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Biodiesel Disebut Mampu\nMengurangi Ketergantungan Impor Bahan Bakar<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Indonesia saat ini dikenal sebagai negara penghasil kelapa sawit\nterbesar dunia. Bahkan, di Indonesia ada sekitar 20 juta orang yang bergantung\nkepada komoditas tersebut. &#8220;Sawit ini menyumbang banyak sektor lapangan\npekerjaan. Untuk petani sektor hulu jumlanya ada 7 jutaan orang. 2,4 merupakan\npetani swadaya dan 2,6 pejerja yang menyebar di berbagai perusahaan,\nplasma,&#8221; kata Ketua Dewan Pengawas (Dewas) Badan Pengelola Dana Perkebunan\nKelapa Sawit (BPDPKS), Rusman Heriawan belum lama ini. Sehingga wajar jika\nsektor tersebut terganggu, maka dampaknya sangat luar biasa bagi mereka yang\nbergantung kepada kelapa sawit ini. Selain itu, berbicara soal sawit, tanaman\ntersebut bisa diolah menjadi berbagai macam hal yang bermanfaat. Salah satunya\nadalah pemanfaatan biodiesel. <strong>Paulus Tjakrawan, selaku Asosiasi Produsen\nBiofuels Indonesia<\/strong> menuturkan, ada beberapa keunggulan biodiesel yang\ndilihat dari tiga aspek, yakni lingkungan, ketahanan energi dan keekonomian.\nUntuk segi aspek lingkungan, keunggulan yang dimiliki adalah pertama\nBiodegradable, lebih tidak beracun dibandingkan solar, bebas Sulphur. Kedua,\ndiproduksi dari tumbuhan\/tanaman yang berkesinambungan.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketiga, menghasilkan emisi Gas\nRumah Kaca yang lebih kecil dari penggunaan solar, dan mengurangi polusi serta\nterakhir pada tahun 2019, Biodiesel Indonesia telah berhasil mengurangi emisi\ndari minyak solar sebesar 45% atau setara dengan ~17,5 Juta Ton CO2 Equivalent.\nSedangkan dari sektor ketahanan energi, keunggulan biodiesel ini adalah\nmengurangi ketergantungan impor bahan bakar. &#8220;Pemakaian bahan bakar di\nIndonesia sekitar 1,4 Juta Barel perhari, sedangkan Indonesia menghasilkan\nhanya 778 ribu barel perhari,&#8221; ujar Paulus. Kemudian, di Tahun 2019,\nlanjutnya, produksi Biodiesel untuk domestik sebesar 6,39 Juta Kl ~ 40 Juta\nBarel (~51 Hari Produksi Minyak Indonesia). Selanjutnya dari aspek keekonomian,\nyang menjadi keunggulan dari biodiesel adalah pertama, ini dapat mengentaskan\nkemiskinan dan memberikan lapangan kerja sekitar 650 ribu petani-pekerja Sawit\ndi sektor hulu. Kedua menghemat devisa sekitar 50 Triliun Rupiah pada 2019 ~\n3,34 Milyar US$. &#8220;Ketiga dapat di produksi dimana saja asal ada bahan baku\nnya dan keempat potensi lain nya, semisal dari Minyak Kelapa seperti yang di\nkembangkan di Philippines. Indonesia ber potensi 2,5 juta kl pertahun (3,2 juta\nton Kopra dengan rendemen sekitar 68%)&#8221; jelasnya.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Dampak Covid-19 Terhadap Kelangsungan Biodiesel<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Dikarenakan adanya pandemi Covid-19 di Indonesia BPDPKS\nmenyebutkan jika penyerapan Biodiesel 30 (B30) saat pandemo corona atau\ncovid-19 berlangsung tidak memenuhi target awal. Ketua Dewan Pengawas BPDPKS,\nRusman Heryawan mengatakan B30 yang menyerap jika dalam kondisi normal tanpa\nada covid-19 targetnya 9,6 juta kilo liter untuk biodiesel. &#8220;Tapi karena\nadanya pandemi covid-19 konsumsi biodiesel berkurang karena kegiatan\nekonomi,&#8221; ujarnya. Dia menambahkan, pihaknya sebelumnya menargetkan\nrealisasinya sekitar 80 persen dari 9,6 juta kilo liter. &#8220;Karena hal itu\nsignifikan dalam menyerap produk sawit Indonesia,&#8221; ujarnya lagi. Lantas,\napa yang dilakukan pemerintah dan pihak terkait di saat pandemi Covid-19 ini,\nPaulus menyebutkan ada beberapa program B30 dilakukan adalah pemerintah dan\nsemua pemangku kepentingan bertekad untuk meneruskan program B30, meskipun\nmenghadapi tantangan harga minyak bumi yang turun dan pandemic COVID 19.\n&#8220;Kemudian, berpotensi pengurangan penggunaan Biodiesel, penyesuaian\ndukungan BPDPKS, seperti menaikkan pungutan eksport, mengurangi rentang harga\nsolar dan harga Biodiesel, dukungan anggaran Pemerintah dan Investasi yang\nmelambat, baik untuk pengembangan maupun investasi baru,&#8221; tutur Paulus.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\nhttps:\/\/www.riau24.com\/berita\/baca\/1594219675-biodiesel-disebut-mampu-mengurangi-ketergantungan-impor-bahan-bakar\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>BERITA BIOFUEL<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong><a href=\"http:\/\/Republika.co.id\">Republika.co.id<\/a> | Rabu, 8 Juli 2020<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>HIP Biodiesel Juli Dipatok\nRp 7.321 per Liter<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan Harga\nIndeks Pasar (HIP) untuk jenis bahan bakar nabati (BBN) biodiesel pada Juli\n2020 ditetapkan sebesar Rp7.321 per liter. Besaran angka tersebut mengalami\nkenaikan dari bulan Juni sebelumnya yang berada di angka Rp6.941 per liter.\n&#8220;Harga tersebut berlaku pada bahan bakar nabati jenis biodiesel yang\ndicampurkan ke dalam bahan bakar minyak pada masa kedaruratan kesehatan\nmasyarakat dan bencana non-alam nasional Covid-19 selama sebulan ke depan,&#8221;\nkata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK)\nKementerian ESDM Agung Pribadi di Jakarta (8\/7). Pertimbangan penetapan HIP\nBiodiesel ini diambil berdasarkan hasil keputusan rapat Komite Pengarah Badan\nPengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDKS) dan Keputusan Menteri ESDM Nomor\n105 K\/12\/MEM\/2020. &#8220;Ketentuan ini berlaku juga dalam pelaksanaan program\nmandatori B30 (campuran 30 persen biodiesel dalam minyak solar),&#8221; Agung\nmenambahkan. Agung menjelaskan, kenaikan harga pasar biodesel disebabkan pada\nbulan Juli menyesuaikan dengan kenaikan harga Crude Palm Oil (CPO). Harga CPO\nKharisma Pemasaran Bersama (KPB) rata-rata per tanggal 25 Mei sampai dengan 25\nJuni 2020 tercatat sebesar Rp7.272 per kg. &#8220;Besaran HIP biodiesel tersebut\nbelum termasuk ongkos angkut yang mengikuti ketentuan Keputusan Menteri ESDM\nNomor 148 K\/10\/DJE\/2019,&#8221; jelasnya. Adapun, harga CPO KPB periode\nsebelumnya yang berada di harga Rp6.773 per kg. Secara rinci, perhitungan harga\nbiodiesel tersebut didapat dari formula HIP = (rata-rata CPO KPB + 100 USD\/ton)\nx 870 kg\/m3 + ongkos angkut.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\nhttps:\/\/republika.co.id\/berita\/qd5mbj383\/hip-biodiesel-juli-dipatok-rp-7321-per-liter\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<p><strong><a href=\"http:\/\/Swa.co.id\">Swa.co.id<\/a>\n| Rabu, 8 Juli 2020<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Harga Biodiesel Naik,\nProdusen CPO Optimistis Tingkatkan Kinerja Bisnis<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Perusahan kelapa sawit optimistis program biodiesel akan menyerap\nproduksi kelapa sawit domestik. Hal ini disampaikan Gabungan Pengusaha Kelapa\nSawit Indonesia dan produsen kelapa sawit yang menyuarakan keyakinan terhadap\nlaju bisnis kelapa sawit (crude palm oil\/CPO) nasional kendati industri ini\nterdampak pandemi virus corona (Covid-19). Keyakinan ini tecermin dari\npeningkatan harga biodiesel di Juli 2020. Kementerian Energi dan Sumber Daya\nMineral (ESDM) mengumumkan Harga Indeks Pasar (HIP) untuk jenis bahan bakar\nnabati (BBN) biodiesel pada Juli 2020 sebesar Rp 7.321 per liter, naik 5,47%\ndari Rp 6.941 per liter di Juni lalu. &#8220;Harga tersebut berlaku pada bahan\nbakar nabati jenis biodiesel yang dicampurkan ke dalam bahan bakar minyak pada\nmasa kedaruratan kesehatan masyarakat dan bencana non-alam nasional Covid-19\nselama sebulan ke depan,&#8221; kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi\nPublik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agung Pribadi pada siaran pers di\nJakarta, pada Rabu (8\/7\/2020). Pertimbangan penetapan HIP Biodiesel ini diambil\nberdasarkan hasil keputusan rapat Komite Pengarah Badan Pengelola Dana\nPerkebunan Kelapa Sawit (BPDKS) dan Keputusan Menteri ESDM Nomor 105 K\/12\/MEM\/2020.\nKetentuan ini berlaku dalam pelaksanaan program mandatori B30 (campuran 30%\nbiodiesel dalam minyak solar). Besaran HIP biodiesel tersebut belum termasuk\nongkos angkut yang mengikuti ketentuan Keputusan Menteri ESDM Nomor 148\nK\/10\/DJE\/2019.<\/p>\n\n\n\n<p>Harga pasar biodesel pada Juli\nini menyesuaikan dengan kenaikan harga Crude Palm Oil (CPO). Rerata harga CPO\nKharisma Pemasaran Bersama (KPB) pada 25 Mei-25 Juni 2020 tercatat sebesar Rp\n7.272 per kg, lebih tinggi dari harga CPO KPB di periode sebelumnya sebesar Rp\n6.773 per kg. Secara rinci, perhitungan harga biodiesel tersebut didapat dari\nformula HIP = (rata-rata CPO KPB + 100 US$\/ton) x 870 kg\/m3 + ongkos angkut.\nPada kesempatan terpisah, Kanya Lakshmi Sidarta, Sekretaris Jenderal Gabungan\nPengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), kinerja industri sawit nasional\ndiyakini masih berkontribusi besar terhadap laju pertumbuhan ekonomi Indonesia\nkendati pandemi Covid-19 mempengaruhi sebagian besar sektor bisnis. \u201cUntuk itu,\nGapki mendorong produsen kelapa sawit berinovasi dan beradaptasi melakukan\nberbagai strategi bisnis, perusahaan kelapa sawit memperkuat pasar domestik\nseiring dengan adanya mandatori program biodiesel,\u201d ujar Kanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Berdasarkan catatan Gapki, kinerja ekspor CPO Indonesia\nterkontraksi karena negara tujuan utama memberlakukan lockdown untuk menangkal\npenyebaran covid-19. Produksi CPO nasional, menurut Kanya, cenderung stabil\nmeski permintaan ekspor menurun. Ekspor kelapa sawit pada April 2020, misalnya,\nturun menjadi 2,65 juta ton dari 2,73 juta ton pada Maret 2020. \u201cNamun, peluang\nperusahaan sawit meningkatkan laju bisnisnya terbuka lebar dengan menggarap\npasar domestik karena harga biodiesel di Juli ini sudah naik sebesar 5,47%,\nGapki mendorong produsen sawit melakukan bauran pemasaran untuk menangkap peluang\ndi dalam negeri dan ekspor,\u201d tutur Kanya. PT Pradiksi Gunatama Tbk, emiten\nperkebunan dan pengolahan kelapa sawit terpadu, meyakini meski kondisi ekonomi\nsaat ini masih kurang baik ditengah pandemi Covid-19, potensi bisnis perseroan\nmasih baik. \u201cTerutama permintaan dalam negeri masih cukup baik. Hal ini\ndisebabkan permintaan dalam negeri yang diperkirakan akan meningkat seiring\ndengan penggunaan 30% komposisi minyak sawit atau Fatty Acid Methyl Ester\n(FAME) pada solar (B30) yang diterapkan pada awal tahun 2020 dan mandatori dari\npemerintah,\u201d tutur Tamlikho, Direktur Keuangan dan Administrasi Pradiksi\nGunatama. Perseroan telah merampungkan pabrik minyak kelapa sawit (MKS) yang\nberoperasi sejak Agustus 2019. Saat ini, kapasitas produksi pabrik MKS sebanyak\n60 ton per jam dan masih dapat ditingkatkan ke depannya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed-wordpress wp-block-embed is-type-wp-embed is-provider-swa-co-id\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\nhttps:\/\/swa.co.id\/swa\/trends\/economic-issues\/harga-biodiesel-naik-produsen-cpo-optimistis-tingkatkan-kinerja-bisnis\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Detik.com | Rabu, 8 Juli\n2020<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Peningkatan Konsumsi Bahan\nBakar saat New Normal<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Indonesia mulai memasuki masa new normal. Aktivitas masyarakat\nsetelah sempat berhenti beberapa bulan kini mulai aktif lagi. Kegiatan\nmobilitas pun bangkit kembali. Hal itu dilihat dari konsumsi bahan bakar minyak\n(BBM) yang dicatat PT Pertamina (Persero). PT Pertamina (Persero) melalui\nMarketing Operation Region IV mencatat kenaikan konsumsi BBM jenis gasoline\n(bensin) di wilayah DI Yogyakarta sebanyak 17% di bulan Juni 2020 ketimbang\nrata-rata harian di bulan Maret hingga Mei 2020 kemarin. Pjs. General Manager\nPertamina MOR IV wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, Rahman Pramono Wibowo,\nmengatakan konsumsi BBM jenis gasoline (pertamax series, pertalite dan premium)\nkhususnya di wilayah DI Yogyakarta saat ini berada di angka 1.250 Kiloliter\n(KL) per hari. Padahal, pada bulan Mei 2020 berkisar di angka 1.070 KL per\nhari.<\/p>\n\n\n\n<p>Produk BBM jenis gasoil atau diesel (Biosolar dan Dex series) juga\nmeningkat sebesar 15% dari 249 KL di bulan Mei 2020 menjadi 285 KL di bulan\nJuni 2020. &#8220;Pergerakan angka kenaikan konsumsi BBM di bulan Juni ini\nmemperlihatkan adanya peningkatan aktivitas masyarakat saat pemberlakuan new\nnormal meskipun belum signifikan,&#8221; ujarnya. Hanya, memang angka konsumsi\nBBM saat ini masih di bawah kondisi normal seperti Januari-Februari 2020. Saat\nnormal tanpa COVID-19, konsumsi BBM jenis gasoline sebanyak 1.800 KL per hari\ndan diesel sebanyak 390 KL per hari. Ditegaskan kembali, saat ini BBM jenis\ngasoline seperti premium dan pertalite masih tetap disalurkan. Penyaluran\nproduk BBM gasoline di Yogyakarta didominasi oleh Pertalite yang memiliki angka\noktan 90 dengan perbandingan penyaluran di SPBU sebesar 63% untuk produk\nPertalite, 28% produk Pertamax Series dan 9% untuk produk Premium. &#8220;Kedua\njenis produk BBM jenis gasoline yaitu Premium dan Pertalite masih disalurkan di\nSPBU-SPBU di wilayah DI Yogyakarta sehingga masyarakat tidak perlu khawatir\nkarena produk tersebut masih tersedia sekaligus memiliki ketahanan stok yang\ncukup di Fuel Terminal BBM Pertamina wilayah MOR IV,&#8221; ucap Pramono.<\/p>\n\n\n\n<p>Di Surabaya Raya, Pertamina juga mencatat kenaikan konsumsi BBM.\nMenurut Unit Manager Communication, Relation &amp; CSR Pertamina Marketing\nOperation Region (MOR) V Jatimbalinus Rustam Aji, konsumsi BBM pada PSBB\nTransisi menunjukkan tren naik di wilayah Surabaya Raya (Surabaya, Gresik,\nSidoarjo). Rata-rata harian konsumsi BBM jenis gasoline (bensin) di wilayah\nSurabaya Raya sampai dengan Sabtu, 20 Juni 2020 lalu, meningkat 19 persen\ndibandingkan rata-rata konsumsi selama masa PSBB. Konsumsi tercatat 2.500\nkiloliter (kl) per hari dibandingkan bulan sebelumnya 2.100 kl per hari. Begitu\njuga konsumsi BBM jenis gasoil atau diesel seperti Biosolar dan Dex Series.\nMenurutnya, konsumsi BBM jenis diesel di wilayah itu meningkat 36 persen.\nJumlah konsumsi pada sepuluh hari terakhir sebanyak 1.300 kl per hari,\ndibandingkan rata-rata konsumsi masa PSBB sebesar 960 kl per hari.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\nhttps:\/\/oto.detik.com\/berita\/d-5084350\/peningkatan-konsumsi-bahan-bakar-saat-new-normal\n<\/div><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Riau24.com | Rabu, 8 Juli 2020 Biodiesel Disebut Mampu Mengurangi Ketergantungan Impor Bahan Bakar Indonesia saat ini dikenal sebagai negara penghasil kelapa sawit terbesar dunia. Bahkan, di Indonesia ada sekitar 20 juta orang yang bergantung kepada komoditas tersebut. &#8220;Sawit ini menyumbang banyak sektor lapangan pekerjaan. Untuk petani sektor hulu jumlanya ada 7 jutaan orang. 2,4 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[17],"tags":[],"class_list":["post-4227","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dev.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4227","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dev.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dev.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4227"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dev.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4227\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4945,"href":"https:\/\/dev.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4227\/revisions\/4945"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dev.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4227"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4227"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4227"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}