{"id":4551,"date":"2021-01-27T07:14:35","date_gmt":"2021-01-27T07:14:35","guid":{"rendered":"https:\/\/aprobi.or.id\/?p=4551"},"modified":"2021-05-27T03:58:04","modified_gmt":"2021-05-26T20:58:04","slug":"arifin-tasrif-peran-penting-biodiesel-untuk-ketahanan-energi-nasional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dev.aprobi.or.id\/id\/arifin-tasrif-peran-penting-biodiesel-untuk-ketahanan-energi-nasional\/","title":{"rendered":"Arifin Tasrif: Peran Penting Biodiesel untuk Ketahanan Energi Nasional"},"content":{"rendered":"\n<p><strong><a href=\"http:\/\/Wartaekonomi.co.id\">Wartaekonomi.co.id<\/a> |\nSelasa, 26 Januari 2021<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Arifin Tasrif: Peran Penting Biodiesel untuk Ketahanan Energi\nNasional<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif,\nmenyampaikan pentingnya peran biodiesel dalam memperkuat ketahanan energi\nnasional. Hal ini disampaikan saat menghadiri IRENA 11th Session Assembly pada\nsesi Renewables and Pathway to Carbon Neutrality\u2013Innovation, Green Hydrogen and\nSocioeconomic Policies yang berlangsung secara virtual. Seperti diketahui\nsebelumnya, Pemerintah Indonesia telah mengimplementasikan mandatori B30 dan\nterus dikembangkan menjadi B40. Menteri Arifin menjelaskan bahwa implementasi\nprogram B40 dan B50 saat ini sedang dalam tahap pengkajian komprehensif.\n&#8220;Implementasi program B40 dan B50 saat ini sedang dalam tahap pengkajian\nkomprehensif mengenai komposisi campurannya, evaluasi ekonomi yang juga\nmencakup kesiapan, bahan baku dan infrastruktur pendukungnya. Uji jalan B40\nakan dilanjutkan dengan uji coba pada pembangkit listrik tenaga diesel yang\nsudah ada,&#8221; kata Arifin dalam keterangan resminya, Senin (25\/1\/2021).\nTerkait upaya peningkatan penyediaan bahan baku biodiesel, Arifin mengungkapkan\nbahwa Pemerintah Indonesia tengah berupaya mengembangkan berbagai bahan baku\ndari sumber daya alam domestik lainnya dengan disertai minimalisasi pembukaan\nlahan\/hutan. &#8220;Kementerian ESDM bekerja sama dengan stakeholder terkait\nuntuk menggunakan lahan reklamasi\/pasca tambang dan mengupayakan tanaman yang\ncocok berdasarkan kondisi lahan dan iklim,&#8221; jelasnya. Hingga tahun 2020,\nrealisasi pemanfaatan biodiesel untuk kebutuhan domestik sebesar 8,46 juta\nkiloliter. Pemanfaatan biodiesel ini berdampak pada penghematan devisa sebesar\nRp38,31 triliun yang berdasarkan perhitungan menggunakan rata-rata MOPS solar\n2020 sebesar US$50\/BBL dengan kurs Rp14.400 per dolar Amerika Serikat. Tidak\nhanya itu, Arifin juga menyampaikan beberapa inovasi Indonesia menuju\nneutralitas karbon melalui co-firing PLTU, pemanfaatan Refuse Derived Fuel\n(RDF), penggantian diesel dengan pembangkit listrik energi terbarukan berbasis\nhayati, pemanfaatan non-listrik\/non-fossil fuel seperti briket dan pengeringan\nhasil pertanian dan biogas. Pemerintah bersama BUMN (Pertamina) tengah\nmengembangkan Green Refineries untuk memproduksi Green Diesel, Green Gasoline,\ndan Green Avtur. Arifin juga menuturkan pada Juli 2020 lalu, Pertamina telah\nmemproduksi D100 di kilang Dumai dengan kapasitas awal 1.000 barel per hari. Di\nsisi lain, pemerintah akan menyiapkan dukungan regulasi, insentif dan\ninfrastruktur pendukung, termasuk mendorong pengembangan industri pendukung. Di\nsamping pengembangan CPO Hidrogenasi, Demo Pabrik Mandiri Diesel Hijau juga\ntengah dalam tahap pengembangan yang diharapkan dapat diuji coba dan diuji\nproduknya pada Desember 2021 mendatang.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\nhttps:\/\/www.wartaekonomi.co.id\/read324733\/arifin-tasrif-peran-penting-biodiesel-untuk-ketahanan-energi-nasional\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Okezone.com | Selasa, 26 Januari 2021<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Menanti Implementasi B40 di Tahun Ini<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Program mandatori biodiesel 40% (B40) di 2021 akan sangat sulit akibat\nfluktuasi harga minyak dan sumber dana alternatif yang belum tentu ada. Periset\nTeknologi Energi dan Kendaraan Listrik Institute for Essential Services Reform\n(IESR) Idoan Marciano mengatakan, untuk subsidi program B30 di 2021\ndiperkirakan dapat mencapai Rp37 triliun hingga Rp54 triliun, melampaui\npendapatan dari pungutan ekspor kelapa sawit. &#8220;Rencana tambahan kapasitas\nproduksi biodiesel di tahun 2021 dapat menyebabkan adanya potensi kelebihan\nbiodiesel untuk diekspor, di saat permintaan khususnya dari China sangat\nterbatas,&#8221; ujarnya dalam Indonesia Energy Transition Outlook (IETO) 2021,\nSelasa (26\/1\/2021). Dia melanjutkan, pemerintah perlu menentukan alternatif\nsumber pendanaan program biodiesel. Opsi pungutan pada konsumsi BBM dan DMO\nperlu ditinjau kembali. &#8220;Penerapan perpres dan permen tentang ISPO perlu\ndilakukan dengan baik dan efektif, seperti peringatan pada perusahaan kelapa\nsawit yang belum bersertifikasi ISPO,&#8221; tandasnya. Sebelumnya, Direktur\nBioenergi Kementerian ESDM, Andriah Feby Misna mengatakan bahwa minyak jelantah\natau Used Cooking Oil (UCO) memiliki berbagai kegunaan, terutama untuk\nbiodiesel. &#8220;Kalau bisa kita kelola (minyak jelantah) dengan baik, bisa\nmemenuhi sebagian kebutuhan biodiesel nasional,&#8221; ucap Andriah. Selain itu,\npengembangan biodiesel berbasis minyak jelantah memiliki peluang untuk\ndipasarkan baik di dalam negeri maupun untuk diekspor. Dipasarkan di luar\nnegeri pun memiliki peluang yang cukup besar. Dengan memanfaatkan minyak\njelantah, biaya produksi pun bisa lebih hemat 35% dibandingkan dengan biodiesel\ndari minyak nabati yang dihasilkan dari tanaman buah kelapa sawit atau Crude\nPalm Oil (CPO).<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\nhttps:\/\/economy.okezone.com\/read\/2021\/01\/26\/320\/2351262\/menanti-implementasi-b40-di-tahun-ini?page=1\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Suara.com | Selasa, 26 Januari 2021<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Nadhatul Ulama Sumsel Ingin Sinergis Wujudkan Biodiesel Bersih<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Ormas Islam Nahdatul Ulama (NU) Sumatera Selatan menyatakan ingin\nturut mewujudkan lingkungan hidup yang lebih baik. Ketua Pengurus Wilayah NU\n(PWNU) Sumsel,&nbsp; Amiruddin Nahrawi menyatakan salah satu penyebab\nterjadinya kerusakan lingkungan akibat dari ketimpangan kepemilikan lahan yang\ndimiliki oleh masyarakat dan perusahaan. Akibatnya, kerusakaan lingkungan\nterjadi dan merugikan masyarakat. &#8220;NU menerima serapan aspirasi dari\nmasyarakat dari berbagai lembaga masyarakat sehingga bisa memberikan masukkan\ndan solusi terhadap persoalan bangsa,&#8221; ujarnya, belum lama ini. Karena\nitu, pemerintah juga hendaknya mempertimbangkan kesejahteraan masyarakat agar\ntidak muncul berbagai fenomena yang merugikan.&nbsp; Ormas juga bisa mendorong\npemerintah agar lebih tegas terhadap perusahaan &#8211; perusahaan yang merugikan,\nmisalnya perusahaan yang mengalami kebakaran hutan dan lahan (Kathutla). Karena\nmenurut ia, kerusakan di bumi disebabkan karena masyarakat yang memiliki\nkekuasaan melakukan kerusakan. Misalnya, kerusakan yang muncul akibat adanya\nsifat tamak dan rakus. &#8220;Sehingga banyak perusahaan yang tidak profesional\ndan mengakibatkan kerusakan. Karena orang yang diberi amanah, cendrung tidak\namanah dan tidak kompeten di bidangnya. Maka rusaklah kita, akhirnya berimbas\npada kehidupan generasi selanjutnya,&#8221; terang ia. Perusahaan yang demikian\nhendaknya dihapus (blacklist), karena akan bisa mengakibatkan kerusakan\nlainnya. &#8220;Apalagi masyarakat juga tidak memperhatikan persoalan\ntersebut,&#8221; ucapnya. Dengan kondisi yang terus dibiarkan, Amiruddin\nmemprediksikan potensi bencana akan lebih besar hingga akan mengakibatkan\nkerugian juga yang dirasakan masyarakat. &#8220;Karena itu, NU juga turut\nbekerjasama mengawasi implementasi program pemerintah pusat dan daerah terkait\nlingkungan hidup dan perhutanan sosial, terkait reforma agraria dan biodiesel\nyang bersih di Sumsel. Program demikian harus tepat sasaran hingga mampu\nmeningkatkan&nbsp; kesejahteraan umat dan lingkungan hidup yang lestari,&#8221;\nungkapnya. Manajer Projec Perhimpunan Lingkar Hijau, Hadi Jatmiko kunjungan\npada ormas islam ialah upaya pelestarian lingkungan dengan pendekatan pada\ntokoh-tokoh masyarakat islam. Sehingga, pesan pelestarian akan bisa sampai\nkepada umat dan masyarakat, misalnya guna mewujudkan biodiesel bersih. Pada\nPeraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 12 tahun 2015 tentang\nPerubahan Ketiga atas Peraturan Menteri ESDM nomor 32 tahun 2008 tentang\nPenyediaan, Pemanfaatan dan Tata Niaga Bahan Bakar mengatur mengenai\npencampuran bahan bakar solar dengan biodiesel secara bertahap.\n&#8220;Pemerintah juga telah mengeluarkan KepMen ESDM Nomor 252.K\/10\/MEM\/ 2020\nterkait tentang Penetapan Bahan Usaha (BU) BBM dan BU BBN jenis biodiesel serta\nalokasi besaran volume untuk pencampuran bahan bakar minyak jenis solar.\nKebijakan seperti ini hendaknya juga turut diawasi bersama dengan ormas agama,&#8221;\nterang Hadi.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\nhttps:\/\/sumsel.suara.com\/read\/2021\/01\/26\/182408\/nadhatul-ulama-sumsel-ingin-sinergis-wujudkan-biodiesel-bersih\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Antaranews.com | Selasa, 26 Januari 2021<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Tahun 2021, KAI kembangkan kecerdasan buatan untuk perawatan\nkereta<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>PT Kereta Api Indonesia akan mengembangkan teknologi untuk\nperawatan kereta berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence\/AI), salah\nsatu langkah adaptif sebagai bagian dari program KAI 2021. \u201cKami berencana\nmengembangkan digitalisasi perawatan sarana berbasis Artificial Intelligence,\u201d\nkata Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo dalam keterangan resmi di Jakarta,\nSelasa. Dia menjelaskan langkah adaptif didorong pemulihan ekonomi di tengah\npandemi Covid-19 yang masih mewabah hingga saat ini. Berbagai langkah akan dilakukan\nKAI yang meliputi transformasi digital, organisasi, dan proses bisnis. \u201cPada\nmasa pandemi kami bekerja extraordinary, tidak seperti biasa. Kami optimistis\ndapat bangkit dan terus bertumbuh tahun ini dengan berbagai langkah yang\nadaptif, solutif, dan kolaboratif untuk Indonesia,\u201d ujar Didiek. Langkah\nadaptif diwujudkan dengan terus berinovasi, cepat menyesuaikan diri, melakukan\nperbaikan mengikuti perkembangan teknologi, serta efisiensi. Pada 2021, KAI\nakan menambah fitur-fitur KAI Access serta menggunakan big data untuk\nmengetahui minat dan kebiasaan pelanggan, sehingga KAI dapat melayani dan\nmenghadirkan layanan sesuai keinginan pelanggan. Didiek menambahkan selain itu,\nKAI akan mengembangkan aplikasi untuk operasional kereta api sehingga mampu mengefisienkan\npetugas dengan tetap memastikan operasional kereta api dengan lancar.\nPenggunaan aplikasi pun diterapkan termasuk untuk memudahkan perawatan dan\npemantauan sarana dan prasarana.<\/p>\n\n\n\n<p>KAI juga berinovasi untuk meningkatkan penggunaan energi baru terbarukan\ndengan terus mengujicobakan penggunaan B100 pada genset kereta. B100 merupakan\n100 persen Biodiesel dengan bahan dasar sawit, sehingga akan lebih ramah\nlingkungan. Di samping itu, lanjut dia, 2021 merupakan tahun vaksinasi pandemi\nCovid-19, karena itu KAI tetap adaptif dan siap mendukung program tersebut\ndengan mendaftarkan seluruh pegawai untuk melakukan vaksinasi. Adapun dalam\nmelayani pelanggan, KAI mewajibkan rapid test antigen bagi Awak Sarana\nPerkeretaapian dan petugas kesehatan serta rapid test antibodi untuk petugas\nfrontline. \u201cKami menerapkan protokol kesehatan dengan ketat dan memastikan\npetugas yang melayani pelanggan semuanya dalam keadaan sehat,\u201d kata Didiek.\nLangkah kedua dalam menghadapi 2021 yaitu Solutif. Hal ini telah tertuang dalam\nvisi KAI yaitu Menjadi solusi ekosistem transportasi terbaik untuk Indonesia.\n\u201cPrinsip Solutif KAI adalah memberikan jalan keluar atau penyelesaian\/pemecahan\nmasalah demi pelayanan terbaik kepada pelanggan,\u201d ujar Didiek. <\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\nhttps:\/\/jatim.antaranews.com\/berita\/451988\/tahun-2021-kai-kembangkan-kecerdasan-buatan-untuk-perawatan-kereta\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<p><strong><a href=\"http:\/\/Kontan.co.id\">Kontan.co.id<\/a> | Selasa, 26\nJanuari 2021<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>AKR Corporindo (AKRA) targetkan penjualan BBM tumbuh hingga 12%\npada 2021<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) mengklaim berhasil memenuhi target\nvolume penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) di tahun 2020. Perusahaan tersebut\nyakin penjualan BBM masih akan meningkat di tahun ini seiring adanya berbagai\nupaya pemulihan perekonomian nasional. Dalam berita sebelumnya, AKRA\nmenargetkan volume penjualan BBM di tahun lalu di kisaran 2,35 juta kiloliter\n(KL) hingga 2,4 juta KL. Direktur AKR Corporindo Suresh Vembu bilang, pihaknya\nberhasil mencapai target penjualan BBM tersebut. Ia pun memproyeksikan, volume\npenjualan BBM AKRA di tahun ini dapat tumbuh sekitar 10%&#8211;12%. Hal ini didukung\noleh pertumbuhan BBM industri seiring peningkatan pelanggan baru AKRA di sektor\nindustri smelter, perkebunan kelapa sawit, hingga pertambangan. Belum lagi, AKRA\njuga kembali mendapat jatah distribusi BBM jenis solar dari BPH Migas. \u201cHarga\nbatubara sedang naik sehingga meningkatkan aktivitas produksi di sektor\ntersebut. Alhasil, permintaan BBM untuk industri tersebut juga meningkat.\nTetapi, kami juga menjual BBM ke sektor tambang non batu bara,\u201d ungkap dia,\nSelasa (26\/1). <\/p>\n\n\n\n<p>Suresh melanjutkan, AKRA juga akan fokus memperkuat penjualan BBM\nritel, baik melalui SPBU AKR maupun SPBU BP-AKR yang dikelola anak usahanya, PT\nAneka Petroindo Raya. Perusahaan ini akan terus melakukan ekspansi penambahan\nSPBU di berbagai wilayah Indonesia di masa mendatang. Berdasarkan data materi\npresentasi perusahaan, SPBU AKR melayani pasar BBM ritel sejak tahun 2010 dan\nmemperoleh alokasi solar bersubsidi dari BPH Migas. Hingga saat ini, SPBU AKR\ntersebar di 137 lokasi yang terdiri dari 54 SPBU di Jawa-Bali, 39 SPBU di\nSumatra, dan 44 SPBU di Kalimantan. Dari total 137 SPBU tersebut, 10 di\nantaranya ditujukan untuk distribusi BBM Satu Harga. Selain itu, SPBU BP-AKR\ntelah beroperasi sejak akhir tahun 2018 dan sudah ada 16 unit hingga saat ini.\nAKRA menargetkan penambahan total 350 SPBU BP-AKR dalam 10 tahun. SPBU ini\nmembuat AKRA memperoleh pendapatan dari penjualan bahan bakar maupun produk non\nbahan bakar. Tak ketinggalan, AKRA juga akan fokus melakukan penjualan bahan\nbakar avtur untuk industri penerbangan. \u201cTahun ini kami juga akan\nmengoperasikan depo avtur baru. Diharapkan ini juga berkontribusi pada volume\npenjualan BBM, meski masih kecil persentasenya,\u201d tandas dia. Sekadar catatan, pendapatan\nAKRA turun 8% (yoy) menjadi Rp 13,86 triliun hingga kuartal III-2020. Namun,\nlaba bersih mereka melonjak 18% (yoy) menjadi Rp 665 miliar di periode yang\nsama. Kontribusi segmen bisnis perdagangan dan distribusi BBM dan bahan kimia\nAKRA berada di kisaran 79%.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\nhttps:\/\/industri.kontan.co.id\/news\/akr-corporindo-akra-targetkan-penjualan-bbm-tumbuh-hingga-12-pada-2021\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Sindonews.com | Selasa, 26 Januari 2021<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Implementasi B40 Akan Sulit Diterapkan di 2021<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Implementasi program mandatori biodiesel 40% (B40) di tahun 2021\nakan sangat sulit akibat fluktuasi harga minyak dan sumber dana alternatif yang\nbelum tentu ada. Periset Teknologi Energi dan Kendaraan Listrik Institute for\nEssential Services Reform (IESR) Idoan Marciano mengatakan, untuk subsidi\nprogram B30 di tahun 2021 diperkirakan dapat mencapai Rp37 triliun hingga Rp54\ntriliun, melampaui pendapatan dari pungutan ekspor kelapa sawit. &#8220;Rencana\ntambahan kapasitas produksi biodiesel di tahun 2021 dapat menyebabkan adanya\npotensi kelebihan biodiesel untuk diekspor, di saat permintaan khususnya dari\nChina sangat terbatas,&#8221; ujarnya dalam Indonesia Energy Transition Outlook\n(IETO) 2021, Selasa (26\/1\/2021). Dia melanjutkan, pemerintah perlu menentukan\nalternatif sumber pendanaan program biodiesel. Opsi pungutan pada konsumsi BBM\ndan DMO perlu ditinjau kembali. &#8220;Penerapan perpres dan permen tentang ISPO\nperlu dilakukan dengan baik dan efektif, seperti peringatan pada perusahaan\nkelapa sawit yang belum bersertifikasi ISPO,&#8221; tandasnya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\nhttps:\/\/ekbis.sindonews.com\/read\/314906\/34\/implementasi-b40-akan-sulit-diterapkan-di-2021-1611673280\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Harian Kontan | Selasa, 26 Januari 2021<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>AKRA Melicinkan Bisnis Pelumas<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) memperkuat bisnis dengan menjual\nproduk pelumas ke sektor pertambanga. Manajemen PT AKR Corporindo Tbk (AKRA)\nterus mengembangkan bisnis pelumas. AKRA meyakini bisnis perdagangan dan\ndistribusi pelumas melalui anak usahanya, PT Anugerah Lubrindo Raya akan terus\nberkembang di masa mendatang. AKR Corporindo mendirikan Anugerah Lubrindo Raya\npada awal tahun 2019. Perusahaan ini menjual dan mendistribusikan pelumas\ndengan merek Castrol. Direktur PT AKR Corporindo Tbk, Suresh Vembu Tbk\nmenyampaikan, lantaran belum lama beroperasi, kontribusi bisnis pelumas\ntergolong masih rendah terhadap pendapatan dari segmen perdagangan dan\ndistribusi AKRA secara konsolidasi. &#8220;Kami melihat bisnis pelumas akan\nmemperluas portofolio produk kami dalam melayani pelanggan industri,&#8221; kata\ndia, Selasa (26\/1). Sejak awal berdiri hingga tahun lalu, Suresh menyebutkan,\nAnugerah Lubrindo fokus mendistribusikan produk pelumas kepada industri\nperkapalan. Memasuki tahun 2021, mereka akan melebarkan sayapnya dengan menjual\npelumas ke industri pertambangan, termasuk batubara. Targetnya, AKRA ingin\nmemasok pelumas untuk alat-alat berat hingga mesin-mesin produksi pertambangan.\nManajemen AKRA meyakini upaya perluasan pasar tersebut bisa berjalan dengan\nbaik, mengingat perusahaan ini mendistribusikan produk pelumas bermerek Castrol\nyang kualitasnya sudah diakui secara global. Permintaan produk pelumas dari\nsektor pertambangan juga diperkirakan tumbuh positif seiring meningkatnya harga\nsejumlah komoditas tambang&#8221;. &#8220;Kami sudah pernah menjual solar ke industri\ntambang dan sekarang sudah saatnya mendistribusikan pelumas,&#8221; ungkap\nSuresh. Penjualan BBM Di sisi lain, AKR Corporindo mengklaim berhasil memenuhi\ntarget volume penjualan bahan bakar minyak (BBM) di sepanjang 2020. Pada tahun\nlalu, AKRA menargetkan volume penjualan BBM tahun lalu di kisaran 2,35 juta\nkiloliter (kl) hingga 2,4 juta kl. AKRA juga optimistis penjualan BBM masih\nmeningkat pada tahun ini, seiring berbagai upaya pemulihan perekonomian\nnasional. Suresh memproyeksikan, volume penjualan BBM AKRA pada tahun ini\ntumbuh sekitar 10%-12% year-on-year (yoy) menjadi 2,59 juta kl-2,69 juta kl.\nHal ini didukung pertumbuhan BBM industri seiring peningkatan pelanggan baru di\nsegmen industri smelter, perkebunan Kelapa Sawit hingga pertambangan. Belum lagi,\nAKRA kembali mendapatkan jatah distribusi BBM jenis solar dari BPH Migas.\nSuresh menuturkan, AKRA akan fokus memperkuat penjualan BBM ritel, baik melalui\nSPBU AKR maupun SPBU BP-AKR yang dikelola anak usahanya, PT Aneka Petroindo\nRaya. Perusahaan ini akan te- rus berekspansi menambah SPBU di berbagai wilayah\ndi masa mendatang. Selain itu, SPBU BP-AKR telah beroperasi sejak akhir 2018\ndan sudah ada 16 unit hingga saat ini. AKRA menargetkan penambahan total 350\nSPBU BP-AKR dalam 10 tahun. AKRA juga fokus melakukan penjualan bahan bakar\navtur untuk industri penerbangan. &#8220;Tahun ini kami mengoperasikan depo\navtur baru,&#8221; kata dia AKRA pun mengembangkan bisnis kawasan industri Java\nIntegrated and Ports Estate (JIIPE) di Gresik, Jawa Timur. Pada tahun 2023\nmendatang, kontribusi JIIPE bagi pendapatan AKRA diharapkan mencapai 22%. Untuk\nmendukung agenda bisnis tahun ini, AKR Corporindo menyiapkan dana belanja modal\nsekitar Rp 250 miliar hingga Rp 300 miliar. &#8220;Tahun ini kami berencana\nmengeluarkan capex yang tak jauh berbeda seperti tahun 2020,&#8221; ujar Suresh.\nHingga kuartal III-2020, pendapatan AKRA turun 8% menjadi Rp 13,86 triliun.\nAdapun laba bersihnya tumbuh 18% menjadi Rp 665,41 miliar per 30 September\n2020.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wartaekonomi.co.id | Selasa, 26 Januari 2021 Arifin Tasrif: Peran Penting Biodiesel untuk Ketahanan Energi Nasional Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, menyampaikan pentingnya peran biodiesel dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Hal ini disampaikan saat menghadiri IRENA 11th Session Assembly pada sesi Renewables and Pathway to Carbon Neutrality\u2013Innovation, Green Hydrogen and Socioeconomic Policies [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[17],"tags":[],"class_list":["post-4551","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dev.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4551","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dev.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dev.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4551"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dev.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4551\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4836,"href":"https:\/\/dev.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4551\/revisions\/4836"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dev.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4551"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4551"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4551"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}