{"id":4559,"date":"2021-02-03T06:32:17","date_gmt":"2021-02-03T06:32:17","guid":{"rendered":"https:\/\/aprobi.or.id\/?p=4559"},"modified":"2021-05-27T03:58:04","modified_gmt":"2021-05-26T20:58:04","slug":"indonesia-motori-era-bensin-sawit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dev.aprobi.or.id\/id\/indonesia-motori-era-bensin-sawit\/","title":{"rendered":"Indonesia Motori Era Bensin Sawit"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Gatra.com | Selasa, 2 Februari 2021<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Indonesia Motori Era Bensin Sawit<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Kalau tak ada kendala, lima tahun lagi, perkebunan kelapa sawit\nrakyat di 22 provinsi yang ada Indonesia sudah dijejali minimal 158 unit kilang\nBiohidrokarbon. Kilang penghasil bensin super dengan kadar Oktan 110. Sangking\ntingginya, bensin super ini disebut bisa jadi minyak pesawat terbang. Hadirnya\nkilang Biohidrokarbon ini disebut akan membikin kocek para petani kelapa sawit\nakan semakin membengkak. Soalnya petani tidak akan kesulitan lagi mengantar\nTandan Buah Segar (TBS) ke pabrik. Penyebabnya itu tadi, pabrik sudah dekat.\nIni persis seperti yang tertulis dalam Peraturan Presiden (Perpres) nomor 109\ntahun 2020 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional. Di butir\n199 disebut &#8220;Pengembangan Teknologi IVO dan Bensin Sawit dengan Katalis\nMerah Putih yang terintegrasi dengan kebun sawit rakyat&#8221;. Selain hemat\ntrasportasi, harga TBS juga bakal lebih tinggi lantaran biaya pengolahan TBS di\npabrik Biohidrokarbon itu lebih murah ketimbang di Pabrik Kelapa Sawit (PKS)\nkonvensional. &#8220;Kalau misalnya di PKS konvensional biaya olah TBS Rp153\nperkilogram, di kilang biohidrokarbon hanya sekitar Rp95-Rp110\nperkilogram,&#8221; cerita Ketua Masyarakat Biohidrokarbon Indonesia, Sahat\nSinaga saat berbincang dengan Gatra.com, Selasa (2\/2). Memang kata ayah tiga\nanak ini, yang diolah oleh kilang Biohidrokarbon itu bukan Crude Palm Oil (CPO)\nbiasa, tapi sudah CPO Plus alias Industry Vegetable Oil (IVO). <\/p>\n\n\n\n<p>Bagi Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy\nInstitute (PASPI), DR. Tungkot Sipayung, inovasi bensin super ini akan menjadi\nsejarah baru dalam energi terbarukan dunia yang ditorehkan Indonesia. Inovasi\nini akan membikin impor BBM, khususnya bensin akan menukik, sebisa mungkin\ntajam. &#8220;Dari data Kementerian ESDM, konsumsi bensin di Indonesia terus\nmeningkat. Tahun 2014 masih sekitar 30 juta kilo liter (kl), tapi 2019 sudah 35\njuta kl. Kalau 50 persen saja bensin fosil diganti dengan bensin sawit, maka\nimpor BBM kita akan sangat hemat,&#8221; katanya kepada Gatra.com, Selasa 92\/2).\nYang membikin Tungkot semakin senang adalah, untuk penyelamatan lingkungan,\nbensin sawit jauh lebih baik ketimbang bensin fosil. &#8220;Kalau bensin fosil,\nitu menghasilkan polusi sulfur dan emisi gas sekitar 90 gram CO2\/ MJ, sementara\nbensin sawit tidak menghasilkan polusi sulfur. Emisinya pun sekitar 60 persen\nlebih rendah ketimbang bensin fosil,&#8221; ujar lelaki 55 tahun ini. Dalam\npengolahannya kata Tungkot, IVO beda dengan CPO yang menuntut TBS tidak boleh\nAsam Lemak Bebas (ALB) nya di atas 3 persen. &#8220;IVO ini justru tidak\nmempersoalkan berapapun ALB nya. Semakin matang buah, semakin besar kandungan\nminyaknya, justru semakin bagus untuk bensin sawit,&#8221; katanya. Oleh ALB\nyang tak jadi persoalan itu kata Tungkot, menjadi keuntungan besar bagi petani\nyang selama ini menanggung beban biaya angkut TBS yang besar ke PKS, risiko\nmutu TBS rendah (ALB lebih dari 3 persen) dan menghadapi broker TBS.\n&#8220;Pabrik-pabrik IVO secara bertahap akan terbangun di setiap daerah sentra\nsawit dan setiap pabrik IVO terhubung langsung dengan Depo-depo Pertamina di\nsetiap propinsi. Dengan model seperti ini, konsumen BBM diuntungkan lantaran\nadanya penghematan biaya angkut pengadaan maupun distribusi BBM,&#8221; Tungkot\nmengurai. Pilot project IVO yang berujung pada kilang Biohidrokarbon ini kata\nTungkot sudah dibuat sejak 2 tahun lalu. Sebentar lagi di Musi Banyuasin\nSumatera Selatan (Sumsel) sudah akan diresmikan. Lalu pabrik katalis merah\nputih yang merubah minyak sawit menjadi bensin sawit sedang dibangun di\nCikampek, Jawa Barat (Jabar). &#8220;Secara keseluruhan semua sudah on the right\ntrack menuju era bensin sawit,&#8221; katanya. Nah, bensin sawit ini ujar\nTungkot jelas menjadi solusi strategis bagi kebun sawit rakyat. Lantaran itu,\npetani sawit dan asosiasi petani sawit musti menjadi bagian terdepan mengawal\nkebijakan Presiden Jokowi ini. &#8220;Jutaan petani sawit berharap bensin sawit\nitu terealisasi, tapi jutaan orang juga mencoba menghadang kebijakan itu,&#8221;\ntegasnya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\nhttps:\/\/www.gatra.com\/detail\/news\/502680\/info-sawit\/indonesia-motori-era-bensin-sawit-\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Kumparan.com | Selasa, 2 Februari 2021<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Bensin Sawit di Muba Diyakini Ramah Lingkungan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Pememerintah Kabupaten Musi Banyuasian (Muba) memastikan akan\nmendukung Program Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) dengan mendeklarasikan\nMuba Sustainable Palm Oil Initaiatif (MSPOI). Sehingga, program bensin kelapa\nsawit diyakini ramah lingkungan, bersih dan berkadilan.&nbsp; Bupati Muba Dodi\nReza Alex Noerding mengatakan, salah satu dukungan itu dilakukan dengan\nmencegah deforestasi melalui moratorium izin baru dan peningkatan produktivitas\ndengan replanting. Selain itu, pendekatan lanscape dalam satu kesatuan kawasan\nyang saling mempengaruhi dan memperhatikan area-area dengan nilai konservasi\ntinggi.&nbsp; \u201cProgram ini dilakukan untuk kesejahteraan petani sawit rakyat\ndan mewujudkan energi baru terbarukan yang berkelanjutan. Program ini bukan\nhanya mimpi, namun sudah dirintis dan segara dilakukan produksi,\u201d kata Dodi,\nsaat menerima audiensi Jajaran Koalisi Clean Biofuel For All, Selasa\n(2\/2).&nbsp; Dodi bilang, keseriusan mewujudkan energi terbarukan biofuel ini\ntelah dilakukannya melalui kerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB)\ndan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit Kelapa Sawit (BPDP-KS).<\/p>\n\n\n\n<p>Program ini tidak berkebun di lahan gambut melalui moratorium izin\nkebun di lahan gambut dan restorasi lahan gambut dengan rewetting,\nrevegetation, revetalisasion bersama BRG dan KLHK. Selai itu&nbsp; mencegah\nexploitasi tenaga kerja anak dibawah umur dan perempuan melalui sosialisasi\nkepada pekebun dan perusahaan-perusahan dan pemantauan berkala.&nbsp;\u201cKami juga\nmembangun area sumber komoditi tersertifikasi dengan keterlacakan kebun dan produksi serta mendorong penggunaan pupuk\nalami dan mengurangi residu pupuk,\u201d katanya.&nbsp; Pabrik juga mendekati ke\nrantai pasok sehingga meningkatkan pendapatan petani dengan pengurangan biaya\ntransportasi dan mengurangi emisi kendaraan dengan jarak tempuh yang pendek.\nKoalisi Clean Biofuel For All, Direktur Perkumpulan Lingkaran Hijau Hadi\nJatmiko mengatakan, pihaknya apresiasi rencana Pemkab Muba terutama pada\npembenahan hulu dalam pengembangan produk sawit jadi bahan bakar terbarukan\nyang ramah lingkungan. \u201cHal ini tentunya inovasi dan terobosan yang bagus, kami\nmenawarkan diri&nbsp; berkolaborasi dengan Pemkab Muba dalam kampanye program\ndan ikut mensosialisasikan,\u201d katanya.&nbsp; Koalisi clean biofuel for all\nadalah koalisi yang terdiri dari 10 organisasi kemasyarakatan dan organisasi\nnon pemerintah (NGO) baik yang berada di tingkat lokal, nasional dan\ninternasional yang mengkampanyekan pentingnya energi (bieoful) yang bersih, tidak merusak lingkungan dan memberikan\nkeadilan bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\nhttps:\/\/kumparan.com\/urbanid\/bensin-sawit-di-muba-diyakini-ramah-lingkungan-1v6C5AgJfyx\/full\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Infosawit.com | Selasa, 2 Februari 2021<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Harga TBS Sawit Riau Periode 03-09 Februari 2021 Naik Rp\n19,45\/kg<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Merujuk hasil dari tim penetapan harga Tandan Buah Segar (TBS)\nSawit Provinsi Riau merujuk surat Penetapan Harga TBS Kelapa Sawit Provinsi\nRiau No. 05 periode&nbsp; 03 s\/d&nbsp; 09 Februari 2021, telah menyepakati\nharga sawit umur 10 &#8211; 20 tahun naik Rp 19,45\/Kg menjadi Rp 2.137,04\/Kg. Berikut\nharga sawit Riau berdasarkan penelusuran InfoSAWIT, sawit umur 3 tahun Rp\n1.592,11Kg; sawit umur 4 tahun Rp 1.718,20\/Kg; sawit umur 5 tahun Rp\n1.871,01\/Kg; sawit umur 6 tahun Rp 1.915,04\/Kg; sawit umur 7 tahun Rp\n1.989,66\/Kg; sawit umur 8 tahun Rp 2.043,80\/Kg. Sementara sawit umur 9 tahun Rp\n2.089,79\/Kg dan sawit umur 10-20 tahun Rp 2.137,04\/Kg, sawit umur 21 tahun Rp\n2.050,00\/Kg, dan sawit umur 22 tahun Rp 2.040,14\/Kg, sawit umur 23 tahun Rp 2.031,93\/Kg,\nsawit umur 24 tahun Rp 1.949,81\/Kg dan sawit umur 25 tahun Rp 1.904,64\/Kg.\nDimana harga minyak sawit mentah (CPO) ditetapkan Rp 9.240,16\/Kg dan harga\nKernel Rp 7.116,20\/Kg dengan indeks K 88,87%.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\nhttps:\/\/www.infosawit.com\/news\/10586\/harga-tbs-sawit-riau-periode-03-09-februari-2021-naik-rp-19-45-kg\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Bisnis.com | Selasa, 2 Februari 2021<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Prospek Cerah Menanti Saham CPO, Bagaimana Rekomendasinya?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Kinerja mayoritas saham produsen CPO tampak tidak bertenaga,\nkendati prospek cerah diyakini masih membayangi saham dalam jangka pendek.\nKinerja lesu itu tercermin dari indeks Jakagri yang terkoreksi 5,84 persen\nsepanjang tahun berjalan 2021. Kinerja itu menjadi salah satu yang terlemah di\nBursa Efek Indonesia ketika mayoritas indeks berhasil mencatatkan return\npositif. Analis Sucor Sekuritas Hendriko Gani mengatakan bahwa secara teknikal,\nsesungguhnya indeks Jakagri masih berada dalam posisi uptrend. \u201cHarga CPO\nsendiri masih pada tren kenaikannya sehingga masih terdapat peluang juga untuk\nsaham-saham emiten CPO untuk kembali menguat,\u201d ujar Hendriko kepada Bisnis,\nSelasa (2\/2\/2021). Selain itu, Analis Jasa Utama Capital Sekuritas Chris\nApriliony mengatakan bahwa prospek saham CPO masih menarik seiring dengan harga\nCPO yang juga cenderung bertahan di level 3.000 ringgit per ton. Level tersebut\nmerupakan level tertinggi CPO dalam beberapa tahun terakhir sehingga kinerja\nkeuangan emiten produsen CPO pun diyakini semakin moncer pada tahun ini.\nSebagai gambaran, hingga kuartal III\/2020. mayoritas emiten perkebunan tercatat\nmasih mampu mencetak pertumbuhan laba impresif pada kuartal III\/2020 didukung\nkenaikan harga CPO. Emiten perkebunan Grup Astra, AALI contohnya, berhasil\nmembukukan pertumbuhan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas\ninduk hingga 420,5 persen menjadi Rp578,69 miliar dibandingkan dengan periode\nyang sama tahun lalu sebesar Rp111,18 miliar.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, mayoritas emiten perkebunan juga berhasil\nmempertahankan tingkat margin laba bersih atau net profit margin (NPM) di\ntengah banyaknya tantangan bisnis akibat pandemi Covid-19. Bahkan, emiten\nperkebunan milik Grup Saratoga dan Sandiaga Uno, PT Provident Agro Tbk. (PALM)\nberhasil mencatatkan NPM hingga tiga digit, menjadi 126,38 persen. \u201cApalagi\nkonsumsi juga sudah mulai naik, dan jelang Imlek umumnya akan berpengaruh\nsebagai sentimen karena penggunaan minyak goreng untuk perayaan,\u201d ujar Chris\nkepada Bisnis, Selasa (2\/2\/2021). Belum lagi, terdapat ancaman produksi CPO\nyang menurun akibat pandemi Covid-19 yang membatasi kerja di kebun. Dengan\ndemikian, harga berpotensi bertahan di level tinggi. Chris menilai LSIP dan\nAALI menjadi saham yang paling menarik untuk dicermati di antara saham CPO\nlainnya. LSIP direkomendasikan untuk diakumulasi dengan buy on weakness di\nkisaran Rp1.200 dengan target price Rp1.400-Rp1.500, sedangkan AALI akumulasi\nbeli di kisaran Rp10.000 dengan target price Rp13.000-Rp14.000. Di sisi lain,\nsejumlah emiten perkebunan siap menyongsong tahun ini dengan memasang mode\nlebih ekspansif. Direktur Dharma Satya Nusantara Jenti Widjaja mengatakan bahwa\nperseroan menargetkan capital expenditure (capex) pada 2021 senilai Rp1 triliun\nyang akan berasal dari kantong internal dan pinjaman. \u201cCapex akan digunakan\nuntuk menyelesaikan dua pabrik kelapa sawit atau PKS yang akan rampung tahun\nini dan ada penambahan pembangunan pabrik Bio-CNG baru,\u201d ujar Jenti. Emiten\nberkode efek DSNG itu juga menargetkan pertumbuhan produksi tahun ini naik 10\npersen dari total realisasi produksi 2020. Sementara itu, SVP Communications\nand Public Affair Astra Agro Lestari Tofan Mahdi mengatakan bahwa perseroan\nmengalokasikan capex pada 2021 di kisaran Rp1 triliun hingga Rp1,5 triliun yang\nakan dievaluasi secara berkala setiap 3 bulan. \u201cSebagian besar capex tersebut\nakan digunakan untuk perawatan tanaman muda, replanting, infrastruktur, dan\nfasilitas non kebun,\u201d ujar Tofan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\nhttps:\/\/market.bisnis.com\/read\/20210202\/189\/1351376\/prospek-cerah-menanti-saham-cpo-bagaimana-rekomendasinya\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Beritasatu.com | Selasa, 2 Februari 2021<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Restrukturisasi Anak Usaha, Dharma Satya Nusantara Alihkan Saham\nKepemilikan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) telah mengalihkan kepemilikan\nsahamnya di anak usaha. Adapun tujuan dari transaksi ini adalah untuk\nmerestrukturisasi usaha entitas anak. Berdasarkan keterbukaan informasi, Selasa\n(2\/2\/2021), perseroan telah mengalihkan kepemilikan sahamnya sebanyak 549.900\nlembar saham di PT Nusa Buana Lestari (NBL) kepada PT Dharma Inti Investama\n(DII). Kemudian, PT Krishna Kapital Investama (KKI) juga mengalihkan\nkepemilikan sahamnya sebanyak 100 saham di NBL kepada anak usaha perseroan\nyakni PT Cahaya Utama Nusantara (CUN). Dengan dilakukannya aksi korporasi\ntersebut, kini pemegang saham NBL berubah menjadi DII sebesar 99,98% dan CUN sebesar\n0,02%. Untuk diketahui, KKI merupakan perusahaan terafiliasi dan salah satu\npemegang saham perseroan dengan kepemilikan 14,63% atau 1,55 miliar lembar\nsaham. Sementara itu, DII dan CUN merupakan entitas anak perseroan dengan\nkepemilikan 99,99% dan 99,83%. Sementara itu, sebelum dilakukan aksi korporasi\ntersebut, NBL merupakan entitas anak perseroan dengan kepemilikan sebesar\n99,98%. \u201cTransaksi tersebut merupakan transaksi afiliasi. Aksi korporasi\ntersebut juga akan mempengaruhi pengembangan yang dilakukan entitas anak di\nmasa mendatang menjadi lebih terstruktur,\u201d ujar manajemen perseroan.\nSebelumnya, perseroan akan membangun dua pabrik kelapa sawit (PKS) dan\ndirencanakan akan selesai akhir tahun ini. Kedua PKS ini akan menggunakan\nbelanja modal (capital expenditure\/capex) sebesar Rp 1 triliun.<\/p>\n\n\n\n<p>Direktur Dharma Satya Nusantara Jenti Widjaja mengatakan, PKS akan\ndibangun di Muara Wahau Kutai Timur Kalimantan Timur yang memiliki kapasitas 60\nton TBS per jam. PKS juga akan dibangun di Nangabulik, Kalimantan Tengah yang\nmemiliki kapasitas 45 ton per jam. \u201cPenyelesaian pembangunan PKS diharapkan\nselesai pada akhir tahun 2021, sehingga menambah kapasitas PKS menjadi 675 ton\nper jam. PKS di Kaltim prosesnya sudah mencapai 60% dan Kalteng mencapai 80%,\u201d\nujar dia. Untuk diketahui, kedua PKS perseroan tersebut baru akan commisioning\npada semester II-2021 dan diperkirakan akan beroperasi pada akhir tahun 2021.\nAdapun untuk melancarkan rencana bisnis ini, perseroan menyiapkan belanja modal\nsebesar Rp 1 triliun. Sehubungan dengan rencana tersebut, perseroan di tahun\nini menargetkan produksi Crude Palm Oil (CPO) meningkat 10%. Adapun untuk\nmencapai target ini perseroan akan meningkatkan produktivitas kebun perseroan\ndengan bertambahnya kebun menghasilkan. \u201cSelain itu, efek El Nino juga sudah\nlewat,\u201d ujar dia.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\nhttps:\/\/www.beritasatu.com\/ekonomi\/727241\/restrukturisasi-anak-usaha-dharma-satya-nusantara-alihkan-saham-kepemilikan\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<p><strong><a href=\"http:\/\/Kontan.co.id\">Kontan.co.id<\/a> | Selasa, 2\nFebruari 2021<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Pertamina beberkan rencana jangka panjang green transition pada\n2035, ini strateginya<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>PT Pertamina (Persero) kembali membeberkan strateginya dalam\nmenghadapi transisi energi global dengan menjalankan inisiatif strategis untuk\npengembangan green energy sekaligus mendukung target pemerintah dalam\npengembangan energi baru terbarukan. Mengacu pada Rencana Umum Energi Nasional\n(RUEN), Pertamina dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) menetapkan\nprogram green transition pada 2035. Saat ini, penurunan permintaan minyak dunia\ntelah mencapai 35%, dan diperkirakan pada tahun 2035 akan menjadi 24%. Sebaliknya,\nkebutuhan energi bergeser ke renewable energy yang meningkat hingga 30%.&nbsp;\nDirektur Utama Pertamina Nicke Widyawati menjelaskan langkah dan inisiatif\nstrategis yang dilakukan Pertamina saat ini sejalan dengan agenda perusahaan\nminyak dan gas dunia.&nbsp; Seluruh perusahaan energi global bergerak untuk\nmengantisipasi tren penurunan permintaan minyak yang cukup tajam dan akan\nterjadi di masa depan. Permintaan dan konsumsi minyak dunia diperkirakan akan\nturun dari 110 juta barel per hari menjadi sekitar 65 juta barel-73 juta barel\nper hari. &#8220;Dengan dasar ini, Pertamina melakukan transisi dengan perubahan\nglobal. Kami melihat bagaimana&nbsp; international oil company lain juga\nmerespons ini. Intinya agenda untuk menurunkan gas rumah kaca, carbon emission,\nini menjadi agenda dari seluruh oil company di seluruh dunia,&#8221; kata Nicke\nlewat keterangan tertulis, Selasa (2\/2).&nbsp; Agenda strategi yang pertama\nmengembangkan energi listrik dengan monetisasi aset panas bumi melalui\nIndependent Power Producer (IPP) untuk mengembangkan 1,3 GW proyek panas bumi\nserta IPP berbasis surya di area dengan iradiasi matahari tinggi dan menjalin\nkemitraan strategis untuk pembuatan sel surya.&nbsp; Namun, dalam jangka pendek\nakan fokus dalam penerapan Solar PV di lingkungan Pertamina Group melalui sinergi\nantara subholding dan captive market di BUMN.&nbsp; Kedua, adalah\nmengoptimalkan penggunaan energi ramah lingkungan untuk mobilitas di sektor\ntransportasi dengan mendukung pemerintah melaksanakan mandatori Biodiesel 30\npersen (B30), Green Refinery, dan Co Processing CPO. Pertamina juga menyiapkan\nproduksi baterai melalui kemitraan dengan penyedia teknologi baterai dan BUMN\nserta menyediakan infrastruktur pengisian daya untuk mobil listrik (E2W dan\nE4W). \u201cInisiatif kita melakukan transisi dari fossil fuel ke bio energy ini\ndapat menurunkan gas rumah kaca. Dari hasil studi, ini bisa menurunkan gas\nkarbon monoksida maupun emisi dari gas hidrokarbon antara 20 hingga 50% emisi\n,\u201d tambah Nicke. Sedangkan agenda ketiga, mengupayakan bahan bakar dengan\noptimalisasi sumber energi lain yang tersedia di dalam negeri, salah satunya\ndengan melakukan gasifikasi batubara kadar rendah menjadi Dimethyl Ether (DME)\nuntuk subtitusi LPG dalam rangka mengurangi impor dan menghasilkan energi yang\nlebih bersih. Dalam masa transisi, Pertamina mengembangkan sejumlah proyek gas\nsebagai energi transisi antara fuel dan new renewable energy.&nbsp; Untuk gas,\nmenurut Nicke, Pertamina mengembangkan gas untuk transportasi, household yang\ntarget yang ditetapkan pemerintah membangun 30 juta jaringan gas (city gas) di\ntahun 2050. Porsi terbesar yang diharapkan tumbuh adalah gas untuk\nindustri.&nbsp; Oleh karena itu, syarat penting untuk meningkatkan pemanfaatan\ngas yakni mengembangkan teknologi-teknologi hilirisasi gas. Diperkirakan\nkebutuhan gas akan mencapai 10,5 BSCFD di tahun 2050, yang porsinya adalah 92%\ndari konsumsi gas nasional. \u201cPemanfaatan gas mempunyai posisi yang penting saat\nini, karena gas merupakan sumber energi transisi yang menjadi jembatan antara\nconventional energy dan renewable energy,\u201d pungkas Nicke.<em><a href=\"https:\/\/industri.kontan.co.id\/news\/pertamina-beberkan-rencana-jangka-panjang-green-transition-pada-2035-ini-strateginya\">https:\/\/industri.kontan.co.id\/news\/pertamina-beberkan-rencana-jangka-panjang-green-transition-pada-2035-ini-strateginya<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gatra.com | Selasa, 2 Februari 2021 Indonesia Motori Era Bensin Sawit Kalau tak ada kendala, lima tahun lagi, perkebunan kelapa sawit rakyat di 22 provinsi yang ada Indonesia sudah dijejali minimal 158 unit kilang Biohidrokarbon. Kilang penghasil bensin super dengan kadar Oktan 110. Sangking tingginya, bensin super ini disebut bisa jadi minyak pesawat terbang. Hadirnya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[17],"tags":[],"class_list":["post-4559","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dev.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4559","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dev.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dev.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4559"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dev.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4559\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4833,"href":"https:\/\/dev.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4559\/revisions\/4833"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dev.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4559"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4559"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4559"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}