{"id":4641,"date":"2021-04-07T11:19:53","date_gmt":"2021-04-07T11:19:53","guid":{"rendered":"https:\/\/aprobi.or.id\/?p=4641"},"modified":"2021-06-08T16:54:42","modified_gmt":"2021-06-08T09:54:42","slug":"pemerintah-tunda-program-b40-tahun-ini-ini-alasannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dev.aprobi.or.id\/id\/pemerintah-tunda-program-b40-tahun-ini-ini-alasannya\/","title":{"rendered":"Pemerintah Tunda Program B40 Tahun Ini, Ini Alasannya"},"content":{"rendered":"<p><strong>Kompas.com | Selasa, 6 April 2021<\/strong><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p><strong>Pemerintah Tunda Program B40 Tahun Ini, Ini Alasannya<\/strong><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Pemerintah RI melalui Kementerian Energi Sumber Daya Mineral\r\n(ESDM) memutuskan untuk menunda melanjutkan program mandatori biodiesel 30\r\npersen (B30) menjadi biodiesel 40 persen (B40) pada tahun ini. Direktur\r\nJenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) ESDM Dadan\r\nKusdiana menjelaskan, hal tersebut karena pertimbangan konsumsi bahan bakar\r\nminyak (BBM) yang masih rendah dan harga minyak sawit yang masih tinggi.\r\nSehingga, akan dibutuhkan tambahan insentif dan subsidi lebih besar\r\ndibandingkan saat merealisasikan program B30. Untuk diketahui, proyeksi besaran\r\ninsentif program terkait sekitar Rp 46 triliun. Sementara fokusan pengeluaran\r\nnegara saat ini untuk memulihkan berbagai sektor yang terdampak pandemi\r\nCovid-19. &#8220;Per-tahun ini kita tidak melihat peningkatan B30 ke B40, namun\r\nsecara teknis kita terus siapkan,&#8221; ujar Dadan dalam konferensi virtual\r\nbeberapa waktu lalu. &#8220;Untuk B30 kira-kira perlu Rp 46 triliun, ada\r\nduitnya? Insya Allah ada dengan adanya perubahan tarif pungutan ekspor sawit.\r\nKalau untuk B40 ada nggak duitnya? Itulah salah satu kenapa kita tidak jadi\r\nterapkan B40 di tahun ini,&#8221; lanjutnya. Selain kekurangan anggaran untuk\r\ninsentif, ia menyebut pertimbangan lain belum diterapkannya B40 adalah karena\r\nkonsumsi bahan bakar minyak (BBM) yang anjlok. &#8220;Konsumsi BBM tidak nambah,\r\nsekarang kan harga sawit sedang baik-baiknya,&#8221; ujarnya. Kendati demikian,\r\nDadan menyebut pihaknya tengah mempersiapkan unsur-unsur teknis untuk B40, yakni\r\nmenguji dan meneliti dari kualitas dan spesifikasi biodiesel, persentase kadar\r\nair, serta persentase kontaminan pengotornya. Ia juga mengatakan sudah memiliki\r\nkomposisi untuk B40 ini dan sudah dilakukan pengetesan di mesin mobil dan lolos\r\n1.000 jam. &#8220;Dulu kan menggunakan jalan raya untuk dites, tapi karena\r\npandemi kita lakukan di lab, 1.000 jam dengan kecepatan 50 kpj, maka untuk\r\njarak 50.000 km dulu dan 40.000 km itu siap,&#8221; ucapnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<figure class=\"wp-block-embed\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\r\nhttps:\/\/otomotif.kompas.com\/read\/2021\/04\/06\/185500015\/pemerintah-tunda-program-b40-tahun-ini-ini-alasannya\r\n<\/div><\/figure>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kompas.com | Selasa, 6 April 2021 Pemerintah Tunda Program B40 Tahun Ini, Ini Alasannya Pemerintah RI melalui Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) memutuskan untuk menunda melanjutkan program mandatori biodiesel 30 persen (B30) menjadi biodiesel 40 persen (B40) pada tahun ini. Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) ESDM Dadan Kusdiana menjelaskan, hal [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-4641","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dev.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4641","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dev.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dev.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4641"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/dev.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4641\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5747,"href":"https:\/\/dev.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4641\/revisions\/5747"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dev.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4641"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4641"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4641"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}