{"id":5553,"date":"2021-05-03T22:36:34","date_gmt":"2021-05-03T15:36:34","guid":{"rendered":"https:\/\/dev.aprobi.or.id\/?p=5553"},"modified":"2021-06-03T20:33:39","modified_gmt":"2021-06-03T13:33:39","slug":"building-a-sustainable-state-economy-from-new-and-renewable-energy-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dev.aprobi.or.id\/id\/building-a-sustainable-state-economy-from-new-and-renewable-energy-2\/","title":{"rendered":"Membangun Ekonomi Negeri Berkelanjutan dari Energi Baru Terbarukan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) yang maksimal tidak hanya membawa dampak baik untuk lingkungan, tetapi juga menguntungkan Indonesia dalam sektor perekonomian. Tidak hanya kuat, ekonomi Indonesia bisa tumbuh berkelanjutan dan bertahan hingga berabad-abad ke depan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemanfaatan berkelanjutan Bahan Bakar Nabati dari tanaman sawit dan bahan baku biofuels lainnya sangat efektif untuk menghemat devisa negara, meningkatkan nilai tambah minyak kelapa sawit mentah atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Crude Palm Oil<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (CPO), dan menyerap tenaga kerja. Jika dioptimalkan dan dilakukan secara berkelanjutan, pemanfaatan biofuels dapat mendorong percepatan ekonomi nasional.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan data dari Monitoring dan Evaluasi (Monev) yang dilakukan oleh Direktorat Bioenergi Ditjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, nilai manfaat dari implementasi Bahan Bakar Nabati B20 dan B30 yang diterapkan pada tahun 2018-2020 di Indonesia mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.<\/span><\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td rowspan=\"2\"><b>Manfaat<\/b><\/td>\n<td colspan=\"3\"><b>Nilai Manfaat Program<\/b><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><b>B20 Tahun 2018<\/b><\/td>\n<td><b>B20 Tahun 2019<\/b><\/td>\n<td><b>B30 Tahun 2020<\/b><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Penghematan devisa<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Rp26,67 triliun<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Rp43,819 triliun<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Rp38,31 triliun<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Peningkatan nilai tambah (CPO menjadi biodiesel)<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Rp5,78 triliun<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Rp9,54 triliun<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Rp10,36 triliun<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Penyerapan tenaga kerja<\/span><\/td>\n<td><i><span style=\"font-weight: 400;\">On-farm<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">: 478.325 orang<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Off-farm<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">: 3.609 orang<\/span><\/td>\n<td><i><span style=\"font-weight: 400;\">On-farm<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">: 828.488 orang<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Off-farm<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">: 6.252 orang<\/span><\/td>\n<td><i><span style=\"font-weight: 400;\">On-farm<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">: 1.057.623 orang<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Off-farm<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">: 7.981 orang<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak hanya itu, dampak positif implementasi pemanfaatan biofuels diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Melalui program mandatori (B30 dan generasi selanjutnya), akan terjadi peningkatan permintaan domestik minyak sawit mentah. Hal ini dapat memberikan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">multiplier effect<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> bagi lebih dari 16,5 juta petani kelapa sawit serta para pekerja pabrik kelapa sawit di Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pengembangan biofuels di Indonesia sangat diuntungkan dengan ketersediaan bahan baku berupa sumber daya alam terbarukan yang melimpah. Salah satu bahan baku biofuels yang paling diandalkan adalah minyak sawit. Selama kita bisa menjaga sumber daya alam ini dengan baik, maka biofuels bisa terus diproduksi dan mengurangi ketergantungan kita terhadap Bahan Bakar Minyak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini tentu saja membawa optimisme bagi Indonesia. Jika kita bisa terus mengembangkan dan memanfaatkan biofuels dalam negeri, maka perekonomian Indonesia akan berjalan baik dan meningkat secara konsisten serta berkelanjutan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sumber:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Monev Implementasi Program Bahan Bakar Nabati (B30), Direktorat Bioenergi Ditjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><a href=\"https:\/\/ebtke.esdm.go.id\/post\/2020\/02\/07\/2470\/pemerintah.serius.capai.target.pemanfaatan.biofuel.dampaknya.luar.biasa\"><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/ebtke.esdm.go.id\/post\/2020\/02\/07\/2470\/pemerintah.serius.capai.target.pemanfaatan.biofuel.dampaknya.luar.biasa<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) yang maksimal tidak hanya membawa dampak baik untuk lingkungan, tetapi juga menguntungkan Indonesia dalam sektor perekonomian. Tidak hanya kuat, ekonomi Indonesia bisa tumbuh berkelanjutan dan bertahan hingga berabad-abad ke depan. Pemanfaatan berkelanjutan Bahan Bakar Nabati dari tanaman sawit dan bahan baku biofuels lainnya sangat efektif untuk menghemat devisa negara, meningkatkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":5555,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[17],"tags":[44,35,43],"class_list":["post-5553","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles","tag-b30","tag-biofuels","tag-renewable-energy"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dev.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5553","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dev.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dev.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5553"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/dev.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5553\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5735,"href":"https:\/\/dev.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5553\/revisions\/5735"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5555"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dev.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5553"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5553"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.aprobi.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5553"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}