Program B30 Bakal Kena Imbas Anjloknya Harga Minyak Dunia

| Articles
Share Share on Facebook Share on Twitter Share on Whatsapp

CNNindonesia.com | Selasa, 21 April 2020

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan anjloknya harga minyak mentah dunia akan berpengaruh pada pelaksanaan program penggunaan campuran biodiesel 30 persen menggunakan Bahan Bakar Nabati atau B30. Maka itu, pemerintah akan terus memonitor pergerakan harga minyak dunia. “Bagi Indonesia kami akan memonitor karena ini terkait dengan biodiesel 30,” ucap Airlangga dalam video conference, Selasa (21/4). Hanya saja, ia tak menjelaskan lebih spesifik mengenai dampak penurunan harga minyak mentah dunia terhadap program B30. Airlangga juga tak memaparkan lebih jauh mengenai efeknya terhadap situasi di dalam negeri. Sebagai catatan, dalam pelaksanaan mandatori B30, produsen biodiesel akan mendapatkan insentif selisih harga apabila harga indeks pasar (HIP) biodiesel di atas HIP minyak solar. Insentif tersebut berasal dari pungutan ekspor sawit yang dikumpulkan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit. “Terjadi sesuatu yang luar biasa terhadap harga minyak. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) minus dalam sekejap,” imbuh Airlangga. Sementara, Pengamat Energi dari Energy Watch Indonesia Mamit Setiawan menyatakan anjloknya harga minyak mentah dunia akan berpengaruh pada harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Menurutnya, harga BBM nonsbsidi akan turun bulan depan.

Saat ini, harga BBM nonsubsidi Pertamina untuk jenis Pertamax Turbo sebesar Rp9.850 per liter, Pertamax Rp9.000 per liter, dan Pertalite Rp7.650 per liter. Sementara, Pertamina Dex Rp10.200 per liter dan Dexlite Rp9.500 per liter. Hanya saja, Mamit mengaku belum dapat memprediksi harga BBM subsidi lantaran penyesuaian harga BBM subsidi mempertimbangkan banyak faktor. “Untuk BBM premium karena ini penugasan, saya belum bisa memastikan, meskipun dalam Kepmen ESDM diatur. Karena ini sampai ke Menteri Koordinator yang memutuskannya,” ucap Mamit. Selain berpengaruh pada harga BBM, penurunan harga minyak juga akan berdampak pada tarif litrik. Pasalnya, salah satu komponen Biaya Pokok Penyediaan (BPP) adalah minyak mentah Indonesia (Indonesian crude price/ICP). “Untuk tarif listrik saya kira ini merupakan berkah bagi PT PLN (Persero) karena dalam menentukan BPP mereka ada salah satu komponennya ICP. Tinggal nanti PLN berhitung kembali apakah mereka dalam posisi untung atau tetap merugi, karena tarif listrik sudah cukup lama tidak naik,” jelas Mamit. Diketahui, penurunan harga minyak yang mencapai minus US$37,63 per barel ini terjadi untuk pertama kalinya dalam sejarah. Hal ini disebabkan kelebihan pasokan minyak di tengah pandemi virus corona yang melanda negara-negara di dunia.

https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20200421134750-85-495665/program-b30-bakal-kena-imbas-anjloknya-harga-minyak-dunia